DaerahEkonomi & BisnisHALTENGHukum & KriminalLINGKUNGANMaluku UtaraNasionalPemerintahanPOLRISengketa lahanSosialTNI

Onyong Tegaskan Kelompoknya Tak Jual Kebun Sagu

150
×

Onyong Tegaskan Kelompoknya Tak Jual Kebun Sagu

Sebarkan artikel ini

Onyong Klarifikasi Sorotan Lahan Sagu

HALTENG — Kades terpilih Desa Sawai Itepo, Onisimus Mangampang alias Onyong, memberikan klarifikasi terkait sorotan mengenai lahan yang belakangan menjadi perhatian publik.

Dalam komunikasi dengan media pada Sabtu (8/8/2026), Onyong menegaskan bahwa dirinya bersama kelompok yang beranggotakan 18 orang tidak pernah menjual lahan maupun kebun sagu milik orang lain.

“Saya dan kelompok saya 18 orang, kami tidak menjual lahan atau kebun sagu orang siapa pun,” ujar Onyong saat dimintai klarifikasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Onyong untuk merespons pemberitaan atau sorotan yang mengaitkan dirinya dan kelompoknya dengan persoalan lahan. Ia juga menyatakan belum mengetahui secara utuh bagian informasi yang dimaksud terkait keterangan pihak eksternal mengenai lahan tersebut.

Ketika ditawarkan untuk melakukan peninjauan langsung ke lokasi guna memperjelas persoalan, Onyong mengatakan pihaknya masih akan berkoordinasi dengan kelompok sebelum menentukan waktu turun lapangan.

“Kalo turun lapangan nanti saya kasih info, soalnya nanti koordinasi dengan kelompok siapa yang mau turun ke lapangan,” katanya.

Onyong kembali menegaskan bahwa dirinya bersama kelompok tidak menjual kebun sagu milik orang lain. Ia juga menyebut, berdasarkan video yang menjadi rujukan dalam persoalan tersebut, terdapat pembayaran kepada Demianus Burnama dan Hi Jalal.

Namun, terkait status kepemilikan lahan, pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi maupun dasar pembayaran tersebut, masih diperlukan penelusuran dan konfirmasi lebih lanjut agar persoalan tidak menimbulkan kesimpulan sepihak.

Media ini membuka ruang klarifikasi bagi pihak-pihak lain yang berkaitan dengan persoalan lahan tersebut untuk memberikan keterangan dan data pendukung sesuai prinsip keberimbangan dalam pemberitaan. (Odhe/Red)