Terkini

Ketum HIMO Jabodetabek Wahyu: Jalan Lingkar Obi Adalah Jalan Menuju Pemerataan Pembangunan 

52
×

Ketum HIMO Jabodetabek Wahyu: Jalan Lingkar Obi Adalah Jalan Menuju Pemerataan Pembangunan 

Sebarkan artikel ini

Ketum HIMO Jabodetabek Wahyu: Jalan Lingkar Obi Adalah Jalan Menuju Pemerataan Pembangunan

JAKARTA –  Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Obi (HIMO) Jabodetabek, Wahyu, menegaskan bahwa pembangunan Jalan Lingkar Pulau Obi harus menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Menurut Wahyu, Jalan Lingkar Obi bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, tetapi merupakan kebutuhan strategis masyarakat yang berkaitan langsung dengan konektivitas antarwilayah, akses pelayanan publik, serta peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Jalan Lingkar Obi adalah jalan menuju pemerataan pembangunan. Jangan sampai pertumbuhan ekonomi dan investasi di Pulau Obi berkembang pesat, tetapi konektivitas dan infrastruktur dasar masyarakat masih tertinggal,” tegas Wahyu.

Ia mengatakan, pembangunan jalan yang menghubungkan berbagai wilayah di Pulau Obi akan memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat. Akses transportasi yang lebih baik akan mempermudah mobilitas masyarakat, distribusi kebutuhan pokok, hasil pertanian dan perkebunan, serta membuka akses yang lebih luas terhadap pendidikan dan pelayanan kesehatan.

HIMO Jabodetabek menilai bahwa besarnya potensi ekonomi Pulau Obi harus berjalan seiring dengan peningkatan pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami mendorong semua pihak duduk bersama. Pemerintah harus memiliki target dan roadmap yang jelas, sementara pihak perusahaan juga dapat mengambil bagian dalam mendukung pembangunan masyarakat. Yang paling penting, masyarakat Obi harus menjadi penerima manfaat utama,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan Jalan Lingkar Obi juga harus dilakukan secara transparan dan terukur. Pemerintah perlu menyampaikan ruas mana yang menjadi prioritas, tahapan pembangunan, sumber pembiayaan, serta target penyelesaian kepada masyarakat.

Hal tersebut penting agar masyarakat dapat ikut mengawal dan memastikan pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan.

HIMO Jabodetabek juga mendorong keterlibatan masyarakat, pemerintah desa, pemuda, tokoh masyarakat, dan organisasi kemahasiswaan Obi dalam mengawal pembangunan.

“Kami tidak ingin Jalan Lingkar Obi hanya menjadi pembahasan dari tahun ke tahun. Masyarakat membutuhkan kepastian dan pembangunan yang nyata. Kalau sudah ditetapkan sebagai program prioritas, maka harus ada progres yang bisa dilihat dan dirasakan masyarakat,” kata Wahyu.

Ia menambahkan, keberadaan Jalan Lingkar Obi akan menjadi fondasi penting bagi pengembangan wilayah Pulau Obi dalam jangka panjang. Infrastruktur yang terkoneksi akan memperkuat hubungan antarwilayah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.

“Pulau Obi memiliki potensi yang besar. Karena itu, pembangunan harus berjalan seimbang. Investasi penting, industri penting, tetapi pembangunan masyarakat dan infrastruktur publik juga tidak boleh dikesampingkan,”pungkas Wahyu.

HIMO Jabodetabek menegaskan akan terus mendorong dan mengawal agenda pembangunan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat Pulau Obi, termasuk percepatan pembangunan Jalan Lingkar Obi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Jangan Lagi Menjadi Janji 

Wahyu menegaskan bahwa masyarakat Obi membutuhkan kepastian, bukan sekadar janji.

Menurutnya, persoalan konektivitas Pulau Obi telah berlangsung cukup lama sehingga momentum komitmen pemerintah saat ini harus dimanfaatkan untuk menghasilkan pembangunan nyata.

“Kami tidak ingin Jalan Lingkar Obi kembali menjadi wacana yang dibicarakan setiap tahun. Sudah saatnya masuk pada tahap kerja nyata. Kalau pemerintah sudah menetapkan target enam sampai tujuh tahun, maka masyarakat harus bisa melihat progresnya setiap tahun,” tegasnya.

HIMO Jabodetabek menyatakan akan terus mengawal isu pembangunan Jalan Lingkar Obi melalui ruang-ruang akademik, diskusi publik, komunikasi dengan pemerintah, serta penyampaian aspirasi masyarakat Obi.

“HIMO Jabodetabek siap mengawal pembangunan Jalan Lingkar Obi. Bagi kami, jalan ini bukan sekadar jalan, tetapi jalan menuju pemerataan pembangunan dan masa depan masyarakat Obi,” tutup Wahyu, Ketua Umum HIMO Jabodetabek.

 

(Red)