DaerahHALTENGLINGKUNGANMaluku UtaraNasionalPemerintahanPENDIDIKANSosialTerkini

PAUD Halteng Dorong Gerakan Makan Ikan dan Penguatan Mutu Pendidikan

43
×

PAUD Halteng Dorong Gerakan Makan Ikan dan Penguatan Mutu Pendidikan

Sebarkan artikel ini

Foto Kegiatan PAUD di Kecamatan Patani Utara

HALTENG — Penguatan layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Halmahera Tengah tidak hanya berbicara tentang proses belajar di ruang kelas. Asupan gizi, kualitas pendidik, kelengkapan sarana dan prasarana, akurasi data, hingga keterlibatan orang tua dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun fondasi pendidikan anak.

Foto Giat PAUD di Kecamatan Patani Utara

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Halmahera Tengah, Muthia Mahfud Nur M. Kayana, S.Pd., saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/9/2026).

Salah satu agenda yang tengah didorong adalah Gebyar Makan Ikan, yang memanfaatkan ikan sebagai pangan lokal sekaligus sumber gizi bagi pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini.

Menurut Muthia, kegiatan tersebut dirancang bukan sekadar seremoni, melainkan sebagai pintu masuk untuk membangun kebiasaan mengonsumsi pangan bergizi sejak usia dini.

“Ikan merupakan salah satu potensi pangan lokal yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, pemanfaatannya sebagai bagian dari menu anak perlu terus didorong melalui edukasi dan pembiasaan, baik di satuan PAUD maupun lingkungan keluarga,” jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Dinas Pendidikan mendorong kreativitas guru dan orang tua dalam mengolah ikan menjadi makanan yang sehat, menarik, dan disukai anak. Program ini sekaligus diarahkan untuk memperkuat sinergi pemerintah kecamatan, Dinas Pendidikan, Bunda PAUD, satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat.

Tidak berhenti pada kegiatan lapangan, Dinas Pendidikan juga menyiapkan langkah lanjutan berupa koordinasi lintas sektor untuk menginisiasi penyusunan Peraturan Bupati tentang Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar penguatan program secara berkelanjutan, disertai pembagian peran antarperangkat daerah, sosialisasi, serta monitoring pelaksanaan di satuan pendidikan dan masyarakat.

Bunda PAUD Menyapa, Mendengar dari Dekat

Selain penguatan gizi anak, Dinas Pendidikan Halteng juga mendorong program Bunda PAUD Menyapa sebagai ruang komunikasi langsung antara Bunda PAUD dengan satuan pendidikan.

Kondisi geografis Halmahera Tengah yang memiliki wilayah dengan akses dan jarak yang beragam menjadi salah satu tantangan dalam membangun komunikasi intensif dengan seluruh satuan PAUD. Melalui kunjungan langsung, berbagai persoalan dan kebutuhan sekolah dapat dilihat serta didengar dari dekat.

Program tersebut mempertemukan Bunda PAUD dengan kepala sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat. Tidak hanya melihat kondisi pembelajaran dan lingkungan sekolah, kunjungan juga diarahkan untuk menyerap aspirasi serta mengidentifikasi kebutuhan prioritas masing-masing satuan PAUD.

Hasil kunjungan nantinya menjadi bahan rekomendasi bagi Dinas Pendidikan dan pihak terkait untuk menentukan langkah tindak lanjut sesuai kewenangan dan skala prioritas.

Dengan demikian, Bunda PAUD Menyapa diharapkan tidak berhenti sebagai kunjungan, tetapi menjadi jembatan komunikasi yang memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, satuan PAUD, guru, orang tua, serta masyarakat.

Data dan Sarana Menjadi Fondasi Perencanaan

Penguatan PAUD juga dilakukan melalui monitoring dan evaluasi sarana serta prasarana. Dinas Pendidikan memandang data kondisi fasilitas sekolah perlu tersedia secara akurat agar perencanaan pemenuhan, rehabilitasi, pemeliharaan, dan pengembangan sarana dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.

Monitoring dilakukan untuk mengidentifikasi kekurangan, menentukan kebutuhan prioritas, serta melihat sejauh mana sarana dan prasarana dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran.

Hasil monitoring akan diverifikasi dan divalidasi sebelum menjadi dasar penyusunan daftar kebutuhan serta usulan perbaikan sesuai kemampuan anggaran.

Hal serupa dilakukan terhadap Data Pokok Pendidikan (Dapodik) PAUD. Akurasi dan kelengkapan data menjadi bagian penting karena digunakan sebagai dasar perencanaan, pemetaan kondisi satuan pendidikan, hingga pengambilan kebijakan.

Dinas Pendidikan mendorong operator satuan PAUD untuk melakukan pemutakhiran data secara tertib dan berkala. Pendampingan juga diberikan bagi operator yang mengalami kendala, sementara kepala sekolah didorong untuk ikut melakukan pengawasan terhadap validasi data satuan pendidikan.

Data yang lengkap, valid, dan mutakhir diharapkan dapat membantu pemerintah mengambil keputusan berdasarkan kondisi yang lebih faktual.

Guru Terus Belajar, Anak Mendapatkan Pembelajaran Bermakna

Di sisi lain, peningkatan kualitas guru menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penguatan PAUD.

Perubahan kebijakan pendidikan dan perkembangan pendekatan pembelajaran menuntut guru untuk terus mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.

Karena itu, peningkatan kompetensi guru diarahkan pada kemampuan merancang pembelajaran yang sesuai karakteristik anak, menyenangkan, bermakna, dan berpusat pada peserta didik.

Penguatan kompetensi tidak hanya melalui pelatihan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan, forum berbagi praktik baik antarguru, serta monitoring penerapan hasil pelatihan di satuan pendidikan.

Harapannya, pengetahuan yang diperoleh dalam pelatihan tidak berhenti menjadi materi di ruang pelatihan, tetapi benar-benar hadir dalam praktik pembelajaran sehari-hari.

Mutu Pendidikan Kesetaraan dan Akreditasi Ikut Diperkuat

Perhatian juga diberikan kepada pendidikan nonformal melalui pelatihan mutu pendidikan kesetaraan pada Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Penguatan tersebut mencakup pengelolaan program, kompetensi pendidik, pembelajaran, administrasi, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Satuan pendidikan kesetaraan didorong melakukan perbaikan mutu secara berkelanjutan sesuai kebutuhan peserta didik dan kondisi masing-masing lembaga.

Hasil pelatihan selanjutnya diharapkan diterapkan dalam pengelolaan dan pembelajaran, disertai pendampingan serta monitoring untuk melihat perkembangan dan mengidentifikasi kebutuhan perbaikan berikutnya.

Sementara itu, pendampingan akreditasi PAUD dilakukan untuk membantu satuan pendidikan yang masih membutuhkan penguatan dalam menyiapkan dokumen dan bukti pendukung.

Pendampingan diarahkan untuk mengidentifikasi kekurangan administrasi, menata dokumen, memperbaiki komponen layanan yang belum optimal, serta memastikan bukti pendukung disiapkan berdasarkan kondisi nyata satuan pendidikan.

Membangun PAUD dari Banyak Sisi

Rangkaian program tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan mutu PAUD membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Gizi anak, kualitas guru, sarana-prasarana, data pendidikan, akreditasi, pendidikan kesetaraan, hingga komunikasi dengan orang tua dan masyarakat saling berkaitan.

Bagi Dinas Pendidikan Halmahera Tengah, setiap program diharapkan memiliki tindak lanjut yang terukur sehingga kegiatan tidak berhenti pada pelaksanaan, tetapi menghasilkan perubahan yang dapat dipantau.

Sebab, pendidikan anak usia dini pada akhirnya bukan hanya tentang bagaimana anak belajar hari ini, melainkan tentang bagaimana sebuah daerah menyiapkan fondasi bagi tumbuhnya generasi yang sehat, percaya diri, dan siap melangkah ke masa depan. (Red)