HALSEL, Lidikpost.com – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), mengajak semua pihak terkait untuk menuntaskan kasus anak yang saat ini marak terjadi di sekolah-sekolah di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan.
Ini disampaikan Bassam Kasuba saat melaunching Program PSBN yang dicanangkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halsel, Kamis (29/2/2024).
Dalam sambutanya, orang Nomor satu Dilingkup Pemda Halsel itu, mengingatkan agar semua pihak terkait harus lebih memperhatikan dan konsentrasi terhadap kasus pernikahan dini.
Sebab katanya , berdasarkan data yang diperoleh, pernikahan remaja anak usia dini sangat begitu tinggi, sehingga dia meminta secara bersama sama menelaah kembali apa penyebabnya dari tingginya kasus pernikahan anak di bawah umur itu.
” Kemudian kasus bullying di sekolah-sekolah yang tentunya berdampak negatif pada tumbuh kembang pendidikan di halsel harus menjadi titik fokus para guru dan kepala Sekolah dilingkup Pemda Halsel,” tukas Bassam.
Selain itu, berbagai kasus yang terjadi saat ini seperti kenakalan remaja, ternyata yang menjadi masalah mendasarnya adalah persoalan karakter dan moral.
Sehingga pihaknya meminta pembinaan karakter ini harus lebih di optimalkan dan ditanamkan kepada peserta didik sejak dini.
” Jika nilai keagamaan atau nilai religi ini menjadi barometer dan dijadikan sebagai dasar-dasar pendidikan anak, maka dapat dipastikan bisa menjaga anak-anak generasi muda dari perkembangan zaman ,” cetusya lagii.
Nilai keagamaan yang terus diterapkan terhadap anak, kata Bupati bisa melahirkan generasi muda yang bermoral dan berakhlaktulkarimah.
Dirinya dalam kesempatan tersebut tak luput mengajak semua elemen untuk memaknai dan mewujudkan program PSBN dengan yang telah dicanangkan dikbud Halsel dengan sebaik -baiknya.
” Kita semua berharap dengan dilakukanya program ini, ada pembentukan karakter anak sebagai upaya penurunan kasus. Sehingga anak-anak yang tumbuh bisa menjadi anak yang memiliki moral yang baik berintelektual, dan berakhlak mulia., ” tutupnya. (*).











