HALTENG – Kekalahan Timnas Brasil kembali memunculkan tradisi “Batobo” di Kabupaten Halmahera Tengah. Tradisi yang telah lama menjadi bagian dari rivalitas antarsuporter sepak bola itu kembali dijalankan sebagai bentuk konsekuensi bagi pendukung tim yang kalah.
Pada Senin (6/7/2026), sejumlah pendukung Brasil, termasuk Wakil Ketua I DPRD Halmahera Tengah Munadi Kilkoda bersama beberapa anggota DPRD lainnya, disebut mengikuti tradisi mandi di kawasan pesisir pantai.
Suasana rivalitas antarsuporter juga diwarnai pernyataan anggota DPRD Halteng, Aswar Salim. Pendukung Brasil tersebut menyatakan bahwa jika suatu saat Argentina maupun Spanyol mengalami kekalahan, tradisi yang sama akan tetap diberlakukan. Menurutnya, lokasi mandi bahkan dapat dipindahkan ke saluran air di depan Taman Kota Weda yang dikenal warga memiliki air berwarna hitam dan berlumpur.
Tradisi “Batobo” juga dialami Marifat, warga Desa Fidi Jaya yang dikenal sebagai pendukung Brasil. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Marifat sempat menghindari rekan-rekannya sebelum akhirnya ditemukan dan dibawa menuju saluran air di depan Taman Kota Weda untuk menjalani tradisi tersebut.
Selain itu, Penjabat Kepala Desa Persiapan Ake Ici Musna juga dikabarkan mengikuti tradisi mandi di kawasan pantai menjelang Magrib setelah sebelumnya belum ditemukan oleh rekan-rekan sesama suporter.
Saluran air di depan Taman Kota Weda selama ini dikenal warga memiliki air berwarna gelap, berlumpur, dan beraroma kurang sedap. Meski demikian, lokasi tersebut telah lama menjadi simbol pelaksanaan tradisi “Batobo” setiap kali tim yang didukung mengalami kekalahan dalam turnamen sepak bola.
Bagi sebagian masyarakat Halmahera Tengah, tradisi ini telah menjadi bagian dari budaya rivalitas antarsuporter yang berlangsung secara turun-temurun dan kerap menjadi hiburan bagi warga.
Meski demikian, tradisi tersebut juga memunculkan perdebatan mengenai batas antara budaya, candaan antarsuporter, dan aspek keselamatan maupun kenyamanan para peserta. Menurut para pelaku tradisi, kegiatan tersebut dilakukan dalam suasana kekeluargaan tanpa menyimpan dendam setelah rivalitas berakhir. (Odhe/Red)
















