DaerahHalmahera BaratHALTENGKota TernateMaluku UtaraNasionalPemerintahanPENDIDIKAN

Halteng Gebrak OGN 2026, Anak Timur Tembus Papan Atas Nasional

23
×

Halteng Gebrak OGN 2026, Anak Timur Tembus Papan Atas Nasional

Sebarkan artikel ini

Foto Akhir Acara OGN 2026 di Sahid Bella Hotel 

TERNATE — Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) tak sekadar menjadi tuan rumah Olimpiade Gasing Nasional (OGN) 2026. Daerah dari Maluku Utara itu sekaligus mengirim pesan keras dari panggung nasional, anak-anak Indonesia timur mampu bersaing, bahkan menembus papan atas dalam kompetisi numerasi.

OGN 2026 yang berlangsung 5–7 Oktober 2026 di Kota Ternate dan Halmahera Tengah mempertemukan puluhan peserta didik SD dari sejumlah daerah di Indonesia. Kompetisi yang digelar Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melalui Dinas Pendidikan tersebut menguji kemampuan peserta melalui lima pos perlombaan, mulai dari hitung cepat, logika matematika, kreativitas media hingga drama budaya berbasis numerasi.

Hasilnya, kontingen Halteng tampil mencolok.

Tim Halmahera Tengah 2 merebut predikat Juara Terbaik Indonesia Timur sekaligus Harapan 1 tingkat nasional. Sementara Tim Halmahera Tengah 1 mengamankan Harapan 3 nasional.

Capaian tersebut menempatkan dua tim Halteng sekaligus di jajaran enam besar nasional. Mereka bersaing dengan daerah yang selama ini dikenal kuat dalam kompetisi numerasi, seperti Humbang Hasundutan, Banyuwangi, dan Bangli.

Bagi Halteng, capaian ini bukan sekadar tambahan trofi. Prestasi tersebut menjadi pembuktian bahwa keterbatasan geografis dan posisi daerah di kawasan timur tidak otomatis menjadi batas kemampuan anak-anak dalam menguasai numerasi.

Dua peserta asal Halteng juga mencatat prestasi individu. Raditya Risman dari Halmahera Tengah 1 dan Babul Asyrah dari Halmahera Tengah 2 masing-masing meraih predikat Juara 1 Terbaik Individu Kabupaten.

Prestasi lain datang dari kategori khusus. Tim Halmahera Tengah 2 dinobatkan sebagai Petualang Berkolaboratif, sedangkan Tim Halmahera Tengah 1 meraih predikat Petualang Duta Kearifan Lokal.

Penghargaan terakhir menjadi penting karena menunjukkan bahwa numerasi tidak semata-mata ditempatkan sebagai kemampuan berhitung. Nilai budaya lokal Fagogoru justru dibawa masuk ke dalam proses pembelajaran dan kompetisi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Tengah sekaligus penanggung jawab OGN 2026, Muksin Ibrahim, S.Pd., M.M, menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa kemampuan anak-anak daerah mampu berdiri sejajar dengan peserta dari berbagai wilayah Indonesia.

“Ini adalah pembuktian rasional bahwa anak-anak dari Halmahera Tengah memiliki kapasitas numerasi yang sejajar dan mampu bersaing dengan kabupaten mana pun di Indonesia.”

Menurut Muksin, keberhasilan itu tidak lahir secara instan. Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah selama ini mendorong penerapan metode GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) yang digagas Prof. Yohanes Surya sebagai salah satu pendekatan dalam penguatan kemampuan numerasi peserta didik.

Ia juga menegaskan bahwa OGN 2026 tidak berhenti pada kompetisi. Ajang tersebut menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa penguatan numerasi dapat berjalan beriringan dengan kolaborasi, kreativitas, serta pengenalan budaya lokal.

OGN 2026 akhirnya ditutup pada Rabu (7/10/2026). Namun, bagi Halteng, penutupan itu justru membuka babak baru.

Prestasi di panggung nasional tersebut memperlihatkan satu hal yang selama ini kerap luput dari perhatian, potensi pendidikan di kawasan timur tidak kekurangan kemampuan, tetapi membutuhkan ruang, keberanian, pembinaan yang konsisten, dan kesempatan untuk membuktikannya.

Halteng telah mendapatkan ruang itu. Dan anak-anaknya menjawab dengan prestasi. (Odhe/Red)