HALMAHERA SELATAN – Performa tim nasional Portugal pada gelaran Piala Dunia 2026 mulai memunculkan optimisme di kalangan pendukungnya di seluruh dunia. Salah satu penggemar garis keras Portugal asal Kabupaten Halmahera Selatan, Ismed A. Gafur, menilai perjalanan Seleção das Quinas kali ini memiliki kemiripan yang sangat kuat dengan kisah bersejarah saat menjuarai Euro 2016.
Menurut Ismed, Portugal kembali menunjukkan karakter khas sebagai tim yang sering diragukan pada awal turnamen, namun mampu bangkit dan berkembang seiring berjalannya kompetisi.
“Saya mengikuti Portugal sejak tahun 2004. Apa yang terjadi hari ini mengingatkan saya pada Euro 2016. Saat itu Portugal tidak tampil meyakinkan di fase grup, banyak yang meragukan mereka, tetapi pada akhirnya justru menjadi juara Eropa. Situasi yang hampir sama sedang terjadi di Piala Dunia 2026,” ujar Ismed kepada media ini, Rabu (24/6/2026).
Portugal mengawali perjuangannya di Grup K dengan hasil imbang 1-1 melawan DR Kongo. Hasil tersebut memicu berbagai kritik terhadap skuad asuhan Roberto Martinez. Namun pada pertandingan kedua, Portugal menjawab keraguan publik dengan kemenangan telak 5-0 atas Uzbekistan. Kemenangan besar tersebut dianggap sebagai titik balik yang memperlihatkan kualitas sesungguhnya dari salah satu tim unggulan Eropa itu.
Menurut Ismed, banyak pihak yang terlalu cepat menilai Portugal hanya berdasarkan satu pertandingan.”Portugal memang bukan tim yang selalu tampil spektakuler sejak awal. Mereka sering tumbuh dalam tekanan. Itulah yang terjadi pada Euro 2016. Mereka tidak menjadi favorit utama, tetapi memiliki mental juara. Saya melihat konsistensi dan karakter itu masih ada dalam skuad Portugal saat ini,” katanya.
Sebagai pendukung yang telah menyaksikan berbagai fase perjalanan Portugal sejak era generasi emas Luis Figo hingga Cristiano Ronaldo, Ismed menilai keberadaan Ronaldo masih memberikan dampak besar terhadap mentalitas dan kualitas tim.
“Cristiano Ronaldo bukan hanya soal gol saja. Dia simbol semangat perjuangan Portugal. Ketika dia masih berada di lapangan, para pemain muda memiliki figur yang mampu memberikan kepercayaan diri mereka untuk menang. Pengalaman seperti ini sangat dibutuhkan dalam turnamen panjang seperti Piala Dunia,” tambahnya.
Ismed juga menyoroti bagaimana Portugal pada Euro 2016 berhasil mengubah kritik menjadi motivasi dan inspirasi. Menurutnya, pola, strategi dan taktik tersebut kembali terlihat pada Piala Dunia 2026 ini.
“Dulu Portugal dicemooh karena terlalu banyak bermain imbang. Sekarang mereka kembali diragukan setelah ditahan DR Kongo 1-1. Tetapi kemenangan 5-0 atas Uzbekistan menunjukkan bahwa Portugal masih memiliki kualitas untuk bersaing dengan tim-tim besar dunia.”
Meski demikian, Ismed mengingatkan bahwa perjalanan Portugal masih panjang. Laga terakhir fase grup melawan Kolombia akan menjadi ujian penting untuk menentukan posisi mereka di klasemen Grup K.
“Saya berharap Portugal tetap rendah hati. Sejarah Euro 2016 mengajarkan bahwa trofi tidak dimenangkan pada pertandingan pertama, tetapi oleh tim yang mampu berkembang dari pertandingan ke pertandingan. Jika Portugal mampu menjaga konsistensi dan menghindari cedera pemain kunci seperti CR 7, joao Felix, Rafael Leao, Cancelo, Mendes, Vitinha, Neves, maka peluang untuk menciptakan sejarah sebagai juara dunia tetap terbuka lebar.”
Di akhir komentarnya, Ismed mengaku memiliki kepercayaan dan keyakinan tersendiri bahwa Portugal sedang berada di jalur yang tepat untuk mengulang kisah sukses yang pernah mereka ukir satu dekade lalu.
“Sebagai penggemar Portugal sejak 2004, saya melihat aura yang sama seperti Euro 2016. Ketika banyak orang meragukan mereka, justru di situlah Portugal biasanya menunjukkan kekuatannya. Saya optimis Portugal mampu melangkah jauh di Piala Dunia 2026, bahkan bukan tidak mungkin mengangkat trofi juara dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.”
Kini publik sepak bola dunia menantikan apakah Portugal benar-benar mampu mengubah optimisme tersebut menjadi kenyataan. Jika berhasil, maka kisah yang dimulai dengan keraguan di fase grup akan kembali berakhir dengan kejayaan yang membahagiakan Fans tahun ini, sebagaimana yang pernah terjadi pada Euro 2016.
Reporter : Ismed A. Gafur
#Portugal keren








