HALTENGMaluku UtaraNasionalSport

Jerman-Belanda Tersingkir, Pejabat Daerah Tak Lolos dari “Hukuman” Mandi Massal

239
×

Jerman-Belanda Tersingkir, Pejabat Daerah Tak Lolos dari “Hukuman” Mandi Massal

Sebarkan artikel ini

Piala Dunia 2026 Memakan Korban, Pejabat Daerah Dipaksa Tunaikan Nazar Mandi Massal

HALTENG – Kekalahan Timnas Jerman dan Belanda di ajang Piala Dunia 2026 memicu aksi unik di Kota Weda, Selasa (30/6/2026). Puluhan warga bersama sejumlah pejabat daerah menjalani “hukuman” mandi massal di pesisir pantai belakang PLN Desa Nurweda, Kecamatan Weda, sebagai konsekuensi atas kekalahan tim yang mereka dukung.

“Foto mandi massal pendukung Jerman Selasa, (30/6/2026) di pantai desa Nurweda “

Sejumlah pejabat yang terlihat mengikuti aksi tersebut antara lain Kepala BPKAD Halmahera Tengah, Moh. Fitra U. Ali, Kepala Dinas Tata Kota Bambang Prakoso, Kabag Humas dan Protokoler Bambang Wedarto, serta beberapa ASN lainnya, termasuk Sakina Tamsil dan Black Zoonk. Mereka disebut menerima konsekuensi yang telah disepakati sebelumnya, yakni mandi di laut apabila tim favorit mereka gagal melaju di Piala Dunia 2026.

“Foto Black Zoonk mandi kembang akibat jagoan Pildun tumbang”

Tak hanya di pantai, sejumlah pendukung Timnas Jerman lainnya juga terlihat menjalani “hukuman” serupa di saluran air depan Taman Kota Weda. Suasana semakin meriah ketika atribut dan bendera pendukung kedua tim diturunkan sebagai simbol berakhirnya perjuangan Jerman dan Belanda di turnamen tersebut.

Di sisi lain, mantan Kabag Humas dan Protokoler, Jakaria, disebut tidak terlihat di Kota Weda dan dikabarkan berada di Maffa, Kecamatan Gane Timur. Informasi itu membuat sejumlah pendukung Brasil, Argentina, dan Spanyol yang timnya masih bertahan berupaya mencarinya, namun hingga berita ini ditulis belum berhasil menemukannya.

Sementara itu, pendukung fanatik Belanda yang dikenal dengan sapaan Bang Ongen (Black Zook) juga belum terlihat dan malam harinya baru ditemukan sekaligus dimandikan dengan sebotol Aqua. Awal rumahnya terpantau dalam keadaan tertutup.

Sejumlah pendukung tim yang masih bertahan mengaku masih akan mencari rekan-rekan mereka yang sebelumnya mendukung Jerman maupun Belanda untuk menjalankan konsekuensi yang telah disepakati sebagai bagian dari tradisi dan hiburan selama berlangsungnya Piala Dunia 2026. (Odhe/Red)