Terkini

Masyarakat Desa Kurunga, Kembali Dibuat Heboh Oleh Hilangnya Jaringan Telekomunikasi (Tower Mini)

463
×

Masyarakat Desa Kurunga, Kembali Dibuat Heboh Oleh Hilangnya Jaringan Telekomunikasi (Tower Mini)

Sebarkan artikel ini

Di tengah tantangan lingkungan global yang semakin kritis, kerusakan infrastruktur jaringan Telkomsel, ternyata juga memberikan dampak pada sumber daya alam lokal. Meskipun Telkomsel telah memiliki sejumlah inisiatif keberlanjutan untuk melindungi lingkungan, kejadian kerusakan infrastruktur Telkomsel atau gangguan kabel yang lainnya, tetap dapat menimbulkan konsekuensi bagi sekitarnya.

Masyarakat Desa Kurunga Kecamatan Kepulauan joronga, kabupaten Halmahera Selatan, kembali dibuat kecewa dengan hilangnya jaringan telekomunikasi dari provider Telkomsel, (Tower mini)

Gangguan jaringan Telkomsel yang terjadi kembali menegaskan satu fakta penting: masyarakat Indonesia semakin bergantung pada layanan telekomunikasi. Ketika jaringan bermasalah, aktivitas sehari-hari terhambat, mulai dari pekerjaan, pendidikan, komunikasi ke keluarga yang membutuhkan, hingga layanan publik ikut terganggu, Kerusakan ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan masalah sistemik yang berdampak luas.

Sebagai salah satu penyedia layanan seluler. Telkomsel memegang peran strategis dalam menopang aktivitas digital nasional. Oleh karena itu, setiap gangguan yang terjadi menimbulkan efek domino, terutama bagi pekerja dan pelaku usaha yang mengandalkan konektivitas stabil. Produktivitas menurun, komunikasi terhambat, dan kepercayaan publik pun berpotensi terkikis, Sabtu (24/01/2026).

Apalagi Desa Kurunga sudah memiliki jaringan Telkomsel, (Tower mini) yang kemudian jaringannya di akses oleh beberapa desa, dari desa desa tetangga yang belum memiliki jaringan Telkomsel. Hingga kerusakan ini menimbulkan efek sensitif bagi pengguna Telkomsel, masyarakat desa kurunga dan desa tetangga berharap teknisi dari Telkomsel, secepatnya mungkin untuk memberikan efek cerah, agar masyarakat kembali menikmatinya.

warga setempat menyebut, hilangnya jaringan telekomunikasi tower mini desa, membuat akses komunikasi dengan keluarga maupun kerabat jadi terhambat. Persoalan ini menjadi tantangan serius bagi pemerintah Daerah kabupaten Halmahera Selatan.

Salah satu warga desa yang dikenal sebagai penjaga tower mini, Muksin Husen, berharap Telkomsel dapat segera kembali diaktifkan secara normal di desa Kurunga, demi memenuhi kebutuhan masyarakat, baik masyarakat desa yomen, maupun masyarakat desa lainya,

“Di era digital saat ini, akses jaringan bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan dasar. Pelajar kesulitan mengikuti pembelajaran daring, pekerja terhambat menyelesaikan tugas, dan pelaku usaha kecil mengalami penurunan aktivitas akibat terputusnya komunikasi dengan pelanggan.” Tuturnya

Harapan masyarakat tidak hanya tertuju pada pemulihan jaringan, tetapi juga pada komitmen Telkomsel untuk mengutamakan kepentingan rakyat. Perbaikan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan, serta penyampaian informasi yang jelas dan terbuka dinilai penting agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Muksin, juga menegaskan, “Telkomsel diharapkan hadir sebagai penyedia layanan yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial.” Ungkapnya.

Iya berharap Telkomsel dapat kembali beroperasi secara optimal dan andal. Layanan telekomunikasi yang stabil akan mendukung kelancaran aktivitas rakyat serta memperkuat fondasi transformasi digital nasional yang inklusif dan berkeadilan.  (red)