NasionalOpiniPemerintahan

Negara Ruwet, Rakyat yang Dikejar

140
×

Negara Ruwet, Rakyat yang Dikejar

Sebarkan artikel ini

Foto Ilustrasi korup

Oleh : Farid Amir 

Sorotan publik meledak sebanyak 54.224 suka, 13.680 komentar, dan 9.299 kali dibagikan ulang. Angka ini menunjukkan keresahan yang tidak bisa lagi dianggap sekadar ocehan netizen.

Narasinya keras tentang bagaimana mungkin rakyat terus dikejar kewajiban pajak, sementara dugaan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan terus menghiasi pemberitaan yang melibatkan aparat penegak hukum, lembaga negara, legislatif, hingga pejabat pemerintahan?

Di tengah tekanan ekonomi, rakyat justru disuguhi drama dan kontroversi pejabat. Ketika publik mempertanyakan kinerja dan integritas penyelenggara negara, solusi yang ditawarkan Presiden Prabowo berupa kenaikan gaji pejabat memunculkan pertanyaan yang jauh lebih mendasar, apakah persoalan negara memang selesai hanya dengan menambah penghasilan mereka?

Kritiknya sederhana tetapi menusuk: rakyat dituntut taat pajak, sementara negara dituntut bersih dari korupsi. Kenaikan gaji tidak otomatis melahirkan integritas. Yang dibutuhkan adalah pengawasan yang kuat, hukuman yang tegas, transparansi, dan keberanian membongkar praktik korupsi tanpa pandang jabatan.

Jika korupsi dibiarkan, penegakan hukum dipertanyakan, dan pejabat terus membuat kegaduhan, maka masalahnya bukan sekadar kekurangan gaji. Masalahnya adalah krisis integritas dan keteladanan.

Negara tidak boleh menjadi tempat rakyat paling disiplin membayar kewajiban, tetapi justru paling lemah ketika menuntut pejabatnya mempertanggungjawabkan kekuasaan.

Rakyat tidak membutuhkan pejabat yang semakin mahal. Rakyat membutuhkan negara yang semakin bersih. ****