Masdar Mansur, Politisi PDIP yang Vokal Perjuangkan Pemerataan di Halmahera Selatan
Halmahera Selatan – Sosok Masdar Mansur, belakangan ini menjadi buah bibir di kancah politik Halmahera Selatan. Ia dikenal sebagai politisi muda yang kini dipercaya memegang amanah penting sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Halmahera Selatan, sekaligus duduki sebagai anggota DPRD.
Perjalanan politik Masdar tidak instan. Ia dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan organisasi kepemudaan sebelum akhirnya menapaki panggung politik. Komitmen yang konsisten terhadap persoalan rakyat kecil mengantarkannya meraih kursi legislatif di DPRD Halsel.
Bagi Masdar, duduk di kursi dewan bukan sekadar status, melainkan ruang pengabdian. Ia kerap memanfaatkan forum sidang untuk menyuarakan ketidakadilan, terutama dalam konteks pembangunan daerah.
Dalam beberapa kesempatan, Masdar tampil vokal mengkritisi ketimpangan pembangunan yang terjadi di Halmahera Selatan. Menurutnya, alokasi anggaran daerah cenderung berat sebelah. Pembangunan lebih banyak terkonsentrasi di wilayah perkotaan, sementara kecamatan dan desa terpencil masih tertinggal.
,“Ketika kita bicara pembangunan, itu harus menyentuh seluruh masyarakat, bukan hanya sebagian. DPRD harus berdiri sebagai pengawas agar pemerintah bekerja adil dan berpihak pada semua,” ujarnya dalam salah satu sidang paripurna.
Sikap kritisnya ini membuat Masdar sering dipandang sebagai oposisi dalam tubuh DPRD, meski ia sendiri menegaskan bahwa sikapnya murni untuk memastikan keadilan dan pemerataan
Sebagai Plt Ketua DPC PDIP Halsel, Masdar juga dituntut mengawal garis perjuangan partai berlambang banteng moncong putih itu. Ia menekankan bahwa PDIP harus tetap setia pada ideologi kerakyatan: berpihak pada wong cilik, membela kepentingan masyarakat bawah, dan mendorong kebijakan yang menyejahterakan rakyat.
,“Politik bukan sekadar perebutan kursi. Politik adalah alat perjuangan untuk rakyat. Itu yang saya pegang sebagai amanah partai,” tegasnya
Selain berperan di parlemen, Masdar juga menghadapi tantangan menjaga soliditas internal PDIP di Halsel. Sebagai Plt, ia dituntut mampu menyatukan berbagai dinamika di dalam tubuh partai, sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat luas.
Baginya, PDIP Halsel harus menjadi rumah politik yang terbuka, mengakar pada rakyat, dan tidak terjebak dalam politik elitis. Ia mendorong kader partai untuk turun langsung ke basis masyarakat, mendengar, dan memperjuangkan aspirasi mereka.
Dengan sikap lugas, gaya bicaranya tegas, dan keberanianya mengkritik ketimpangan, Masdar Mansur kian mencuri perhatian publik. Kehadirannya di DPRD tidak jarang memunculkan perdebatan panas, tetapi hal itu dianggap bagian dari kontrol sehat dalam demokrasi.
Banyak kalangan menilai, Masdar adalah salah satu figur yang patut diperhitungkan dalam peta politik Halmahera Selatan ke depan. Kepemimpinannya di PDIP serta peran kritisnya di parlemen menjadikannya tokoh yang berpotensi membangun arah politik baru yang lebih berpihak pada rakyat. (red)









