Foto Rakor Wilker Pulau dan Sejumlah Perusahaan untuk Rakyat NTT
HALTENG — Kepedulian tak mengenal jarak. Dari Pulau Gebe Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, semangat untuk berbagi kembali mengalir bagi saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi musibah bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Foto Rakor Wilker dan Sejumlah Perusahaan Tambang Untuk NTT
Menindaklanjuti arahan Kepala Kantor UPP Weda, Kepala Wilker Gebe Fahri R. Tobuku bergerak cepat dengan menggelar rapat koordinasi bersama para mitra kerja di wilayah kerja Wilker Pulau Gebe. Pertemuan tersebut melibatkan perusahaan pertambangan, perusahaan pelayaran, serta perusahaan bongkar muat.
Koordinasi itu menjadi langkah awal untuk menghimpun dukungan dan donasi kemanusiaan bagi masyarakat NTT yang terdampak bencana. Sebanyak 18 perusahaan menyatakan partisipasinya dalam aksi solidaritas tersebut.
Ke-18 perusahaan itu yakni PT Smart Marsindo, PT Mineral Trobos, PT Karya Wijaya, PT Anugerah Sukses Mining, PT Batra Putra Mulia, PT Aneka Niaga Prima, PT Jaga Aman Sejahtera, PT Natural Persada Mandiri, PT Getsemani Indah, PT Harvest Construction, PT Putra Remaja Lines, PT Imersif Segara Abadi, PT Croc Tiga Bintang, PT Gebe Global Maritim, PT Laura Global Maritim, PT Dua Putra Kapaleo, PT Gebe Lintas Basudara, dan PT Gebe Padamara.
Bagi Fahri, gerakan tersebut bukan sekadar penggalangan bantuan, melainkan bentuk nyata dari kepedulian sosial dan rasa persaudaraan antarsesama anak bangsa. Jarak geografis antara Gebe dan NTT tidak seharusnya menjadi penghalang untuk menghadirkan kepedulian.
“Kami berharap bantuan yang terkumpul nantinya dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di NTT yang sedang menghadapi dampak bencana. Mungkin nilainya tidak seberapa, tetapi yang terpenting adalah ketulusan dan kepedulian kita. Dari Gebe, kami ingin menunjukkan bahwa dalam keadaan sulit, kita tidak pernah benar-benar sendiri,” ujar Fahri melalui press rilisnya Sabtu, (22/8/2026).
Ia juga berharap semangat gotong royong tersebut dapat terus tumbuh di lingkungan dunia usaha dan masyarakat. Menurutnya, perusahaan tidak hanya memiliki peran dalam menggerakkan perekonomian, tetapi juga dapat menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat sosial ketika masyarakat membutuhkan.
Langkah yang dilakukan para mitra kerja di Pulau Gebe menjadi gambaran bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah. Ketika bencana datang membawa duka, kepedulian menjadi jembatan yang mempertemukan hati dari Gebe untuk NTT, dari sesama untuk sesama.
“Setiap bantuan mungkin terlihat kecil bagi pemberinya, tetapi bagi mereka yang sedang tertimpa bencana, uluran tangan itu bisa menjadi cahaya di tengah kesulitan.” tandasnya. (Odhe)













