Terkini

Cuaca Ekstrem Melanda Desa Liboba Hijrah, Warga yang Rumahnya Dekat Tepi Pantai Terpaksa Mengungsi Ke Tempat Yamg aman..

24
×

Cuaca Ekstrem Melanda Desa Liboba Hijrah, Warga yang Rumahnya Dekat Tepi Pantai Terpaksa Mengungsi Ke Tempat Yamg aman..

Sebarkan artikel ini

 Cuaca Ekstrem Melanda Desa Liboba Hijrah, Warga diBebrapa yang Rumahnya Dekat Talud Pantai Terpaksa Mengungsi ke Tempat aman

Liboba Hijrah, Halmahera Selatan (21/05/2024)– Cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi, pasang air laut, dan gelombang besar kembali melanda Desa Liboba Hijrah, Kecamatan Kepulauan Joronga, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Fenomena ini menyebabkan air laut meluap ke kawasan permukiman warga yang berada di pesisir pantai, mengancam keselamatan mereka.

Berdasarkan keterangan salah seorang warga setempat, S Nur (50), kejadian tersebut memaksa banyak warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Hujan lebat yang disertai dengan pasang air laut dan gelombang besar membuat warga yang tinggal di dekat pantai merasa sangat terancam.

“Warga yang tinggal di sekitar pantai sangat cemas dengan kondisi ini. Kami terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari bahaya,” ujar (S) pada Minggu, (15/12).

Fenomena cuaca ekstrem yang melanda Desa Liboba Hijrah bukan pertama kalinya terjadi. Supriadi Sulaiman, Kepala Desa Liboba Hijrah, mengungkapkan bahwa kejadian serupa telah terjadi tiga kali sejak awal tahun 2024. Ia menekankan kekhawatiran warga yang terus menghadapi bahaya akibat cuaca yang tidak menentu.

“Sejak awal tahun 2024, sudah tiga kali kejadian serupa terjadi di sini. Kami sangat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah untuk mencegah kejadian serupa di masa depan,” ujar Supriadi.

Sebagai langkah mitigasi, warga setempat berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), segera membangun talud atau tanggul yang lebih kuat di sepanjang pesisir pantai yang panjangnya berkisar 700 meter, Hal ini diharapkan dapat melindungi permukiman  mereka (warga) dari ancaman air laut pasang dan gelombang besar yang sering terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

“Kami meminta pemerintah daerah untuk segera merealisasikan pembangunan talud yang sudah lama kami harapkan. Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi,” harap Supriadi.

Warga setempat juga menuntut perhatian lebih dari pemerintah daerah agar mereka dapat hidup dengan lebih aman dan tenang, mengingat cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi di wilayah tersebut.

Kepala Desa Liboba Hijrah, Supriadi Sangaji, menambahkan bahwa kejadian cuaca ekstrem seperti ini telah terjadi beberapa kali sepanjang tahun 2024. Ia berharap agar pemerintah daerah Halmahera Selatan segera merealisasikan tuntutan warga dan mengambil tindakan yang tepat untuk mengurangi risiko bencana di masa mendatang.

diketahui bahwa saluran air atu darenase tidak mampu menampung kekutan air hujan sehingga mengakibatkan banjir, dan juga ombak kuat telah mengakibatkan swiring talud penahan ombak juga rusak dan tidak mampu menamgkis  kekutan ombak tersebut ahkirnya air laut juga masuk ke perumahan waraga dan jalan umum.

“Harapan besar kami agar pemerintah daerah Halmahera Selatan segera merealisasikan pembangunan yang telah menjadi tuntutan kami selama ini,” tambah Supriadi. (red)