HALSEL, | Sejumlah proyek fisik Desa Koititi Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), sumber anggaran yang berasal dari dana desa (DD) Tahun 2023, yang dikelola Bunyamin K Wasahua diduga dimanipulasi.
Adanya sejumlah kegiatan proyek fisik yang diduga dimanipulasi tersebut, terungkap berdasarkan keterangan salah satu warga Desa setempat yang identitasnya tidak disebutkan.
Kepada Media ini, warga Desa Koititi berusia kurang lebih 50 Tahun itu mengatakan, dugaan sejumlah proyek manipulatif Desa Koititi yang merugikan masyarakat tersebut adalah pembangunan Saluran air Drainase.
Selain itu kata dia, pembangunan leger di kompleks tobo-tobo dan jembatan penghubung serta pengadaan beberapa ketinting.
” Anggaran fiktif tahun 2023, diduga tidak ada realisasi pembangunan, dan hanya dilakukan perehapan yaitu drainase, leger dan jembatan penghubung, ketiga proyek ini diduga kuat pembangunannya baru alias dari Nol. Namun yang terjadi di lapangan hanya perehapan, ” beber pria paruh baya yang identitas tidak disebutkan. Selasa (9/10/2024).
Selain itu, tambahnya lagi Kades bahkan diduga kuat melakukan Nepotisme. Dimana sejumlah bantuan sosial yang diberikan, diserahkan hanya dalam lingkup keluarga kepala desa dan BPD.
” Pembagian bantuan dilakukan hanya memprioritaskan keluarga dekat Kades. Pasalnya, Bodi Viber ada 6 tapi dia belum bagi hingga saat ini, sebenarnya sudah jadi semua cuma belum bagi. Karna pro kontra sangat kuat. Di dalam yang dapat itu hampir rata-rata keluarga dekat kades. Kades juga dapat satu hanya saja dia pake BPD (Fadli) pe nama atas, sehingga terlihat itu milik anggota BPD, ” bebernya lagi.
Akibatnya, warga yang bersikeras namanya disembunyikan itu meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) dan Kepala Inspektorat Kabupaten Halmahera agar memberikan teguran keras Kepada Kades Koititi Bunyamin K Wasahua.
” Kami minta agar kadis DPMD dan kepala Inspektorat agar menegur kades Koititi agar hal semacam itu tidak lagi terulang,” pintanya.
Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan pihak terkait dalam hal ini Kadis DPMD, Kepala Inspektorat dan Kades Koititi dalam upaya konfirmasi. (Shain).











